Setiap Perasaan Layak Diceritakandan Dipahami
EmotionSense hadir dari keyakinan bahwa kesehatan emosi remaja adalah tanggung jawab bersama. Kami menggabungkan ruang menulis pribadi dengan pendampingan pembimbing konseling, agar siswa SMP tidak harus menghadapi perasaan mereka sendirian.
Kenapa EmotionSense dibuat?
Kesehatan mental remaja memerlukan perhatian serius. Data menunjukkan sebagian remaja Indonesia mengalami gangguan mental, namun banyak yang belum mendapatkan pendampingan karena keterbatasan akses atau rasa enggan bercerita secara langsung.
Menulis buku harian adalah salah satu praktik dalam bimbingan konseling yang membantu siswa mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan emosi secara personal. Kegiatan ini terbukti dapat mengurangi stres, menenangkan pikiran, serta membantu seseorang mengenali diri sendiri dengan lebih baik.
EmotionSense hadir untuk menjadikan praktik menulis diary lebih nyaman dan bermakna. Setiap tulisan dipandu untuk mengenali pola emosi, sehingga pembimbing konseling bisa memberikan perhatian lebih cepat dan lebih tepat kepada siswa yang membutuhkannya.
Hasil yang ditampilkan bukan diagnosis klinis, melainkan gambaran awal untuk mendukung proses pendampingan. Keputusan dan tindak lanjut tetap berada di tangan pembimbing yang berkompetensi.
Tim Pengembang
Beranggotakan pengembang dan pembimbing yang peduli pada kesejahteraan emosi siswa.
Ingin melihat fitur yang tersedia?
Semua detail fitur dan cara kerja sistem ada di halaman Beranda.
Kredit & Lisensi
Aset & Ikon
- Lucide React
- shadcn/ui components
Open Source Libraries
- Next.js, React, Tailwind CSS
- FastAPI, SQLAlchemy, PostgreSQL / Supabase
Bukan Diagnosis Klinis
EmotionSense AI hanya membantu refleksi emosi dan pendampingan. Untuk kondisi yang memerlukan bantuan profesional, hubungi tenaga kesehatan yang berwenang.
119 → tekan 8
SEJIWA · Kementerian Kesehatan RI · Gratis 24 jam



